TGP :: High Performance Motorparts
                 Follow and Find us on
                 Twitter Facebook

0 items
Customer Service:
CS1 TGP

CS2 TGP
Pencarian Produk:            

Registrasi Baru Lupa Password
HomeAbout TGPProduct CatalogTips & TricksContact Us
Tips & Tricks

MOTOR BERBAHAN BAKAR LPG

Throttle Kompor Bekas

Saat kontes Bali minggu lalu OP mencatat sebuah terobosan dari modifikator Bali. Motor berbahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas). Itu loh bahan bakar yang sama digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak di dapur.

Yang perlu digarisbawahi, I Gusti Ngurah Putra Darmagita sang pembuat motor berbahan bakar LPG ini membuat dengan sederhana dan fungsional. "Supaya dapat dicontoh oleh orang lain. Maka desainnya benar-benar harus sangat mudah dan efisien serta dipahami orang," terang jebolan STMN 1 Denpasar, Bali ini.

Darmagita sapannya memakai satu basis penting sebagai penyalur bahan bakar. "Pakai tabung gas kecil berukuran 230 gram dan kompor bekas. Kompor yang biasa digunakan kemping. Ketika merancang pertama pakai kompor di kost," senyumnya.

Lantas apa hubungan kompor dengan motor? Masih menurut lelaki asal Bali ini, "Kompor bertugas sebagai throttle body atau karburatornya. Karena tabung gas menancap pada kompor," terangnya.

Alat masak tersebut memiliki katup untuk memperbesar keluaran gas berupa putaran. Katup tersebut dimodifikasi supaya kabel gas dapat terpasang. "Dudukan kabel di kompor pakai tuas choke Honda GL Pro. Diberi dudukan tuas dan kabel sekalian diberi tambahan pegas supaya bisa balik menutup," papar Darmagita yang menggunakan Honda Astrea sebagai kelinci percobaannya.

Dari kompor tersebut Darmagita menarik slang yang diinjeksi langsung ke intake manifold motor. Yang menjadi pertanyaan apakah di intake manifold masih terdapat karburator?

"Tidak! Karbu dilepas dan hanya menggunakan intake manifold sebagai penyalur udara yang diisap mesin," tutur pemuda Bali ini. Bagaimana cara modifikasi intake manifold tersebut?

Hebatnya motor berbahan bakar LPG ini sanggup stasinoer dengan baik. "Lumayan kalau speed bisa sampai 70 km/jam. Ini kan masih belum sempurna karena masih ada beberapa yang perlu dikembangkan," tutupnya. Tapi salut dengan idenya.

Modifikasi Intake Manifold

Hal apa saja yang dilakukan oleh Darmagita pada intake manifold tersebut sehingga mesin dapat dengan mudah mengaplikasi LPG sebagai bahan bakar? Agar lebih lengkap baca terus.

"Yang jelas karburator dilepas. Jadi murni hanya intake manifold yang digunakan," sebutnya. Sebagaimana diketahui LPG merupakan gas alam yang dimasukkan ke dalam tabung khusus dan hanya membutuhkan sedikit udara untuk melakukan pembakaran.

Oleh sebab itu intake manifold ditutup rapat. Penutup manifold tadi diberi lubang berukuran kecil dan sebuah main-jet. "Kalau manifold terbuka mesin langsung ngoookk... gak mau hidup. Pernah juga menggunakan karburator (karbu yang tidak lagi berfungsi sebagai pengabutan, Red.), kabel gas karbu jadi satu dengan kompor gas. Stasioner sih bisa tapi begitu digas lebih gede, mesin langsung mati. Analisaku kelebihan udara. Setelah udara ditutup lebih rapat, agak mendingan. Cuma sepertinya suplai gasnya masih kurang," sebutnya.

Kebutuhan gas yang lebih banyak sangat mutlak. Sehingga sambungan kompor yang menancap pada manifold menggunakan nozzle main-jet. "Manifold dilubangi dan ditancapi nozzle," terangnya.

Selain dari sambungan pada manifold, Darmagita juga melakukan modifikasi pada nozzle kompor gas. "Untuk menghasilkan semburan gas yang lebih besar nozzle pada kompor gas dirojok supaya diameternya lebih besar," sebutnya.

Tentang Bahan Bakar Gas

Dari berbagai media massa sering kita membaca si A membuat motor berbahan bakar gas, lantas si B juga mampu mengganti bensin dengan LPG. Sebenarnya seberapa bisakah LGP digunakan sebagai bahan bakar mesin?

Bahan bakar gas (BBG) diperoleh dari pengolahan gas bumi melalui destilasi bertekan tinggi. Kemudian diproses kembali dalam proses cyorganik (suhu rendah dan tekanan tinggi), sehingga masing-masing menjadi 3 BBG. Liqufied natural gas (LNG), liqufied petroleum gas (LPG) dan compressed natural gas (CNG).

Karena LPG yang banyak digunakan maka pembahasan yang dilakukan juga LPG. LPG mempunyai perbandingan atom C dan H yang lebih mendekati bensin dari pada metana. Bahan utama LPG hampir 99% adalah propane (C3H5) dan butane (C4H10) dan tersimpan dalam kondisi cair pada temperatur sekitar (lingkungan) pada tekanan (0,7-0,8 Mpa atau 7-8 bar).

Menurut salah buku motor bakar yang dibuat oleh Wiranto, LPG di dapat juga dimasukkan ke dalam mesin melalui karburator atau sistem penyemprotan secara elektronik. Karena LPG sudah bertekanan untuk menyalurkan ke dalam ruang bakar mesin tidak memerlukan pompa.

Dapat dipasang penutup gas elektro magnetis atau katup khusus seperti kompor gas milik Darmagita

Secara empiris pun LPG mendekati bensin.
Bensin 2C8H22 + 27O2 ----> 16CO2 + 22H2O
Dari reaksi jelas terlihat kalau bensin membutuhkan 27 oksigen.

Dilihat secara empiris kesetaraan reaksi LPG juga dapat dilihat C3H8 + 5O2 ---> 3CO2 + 4H2O.

LPG hanya membutuhkan 5 oksigen. Makanya jangan heran jika Darmagita menutup hampir seluruh intake manifold pada motornya.

LPG memiliki bilangan angka oktan lebih tinggi dari bensin. Menurut literatur John Robinson diketahui kalau LPG memiliki angka oktan di atas 100. Artinya cocok dengan mesin kompresi tinggi.

Perlu diingat AFR yang diperlukan untuk menghasilkan power sangat miskin. Angka AFR (stoichiometric) untuk LPG adalah 15,5:1 sedangkan bensin 14,7:1.

Penulis : Dian
Foto : Endro/M+

Gambar lengkap dapat di lihat di Tabloid OTOPLUS
































COPYRIGHT 2004-2014 - TGP GROUP   |    PRIVACY NOTICE
     Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. *)