TGP :: High Performance Motorparts
                 Follow and Find us on
                 Twitter Facebook

0 items
Customer Service:
CS1 TGP

CS2 TGP
Pencarian Produk:            

Registrasi Baru Lupa Password
HomeAbout TGPProduct CatalogTips & TricksContact Us
Tips & Tricks

GL MAX Vs PRO NEO TECH

OTO PLUS yang memang plus. Bantu pecahin masalahku ya, sebab aku yakin kamu bisa. Begini nih

Aku baru saja dapat Honda GL Max 1992. Sekarang mesinnya bakal aku bongkar. Rencananya mau aku benahi sekalian mau kunaikkan kapasitas mesinnya. Pertanyaannya
  1. Bisa nggak ya dipasangi blok dan head dari GL Pro Neo Tech?
  2. Seandainya head cylinder dan jeroan tetap GL max, apa masih tetap mampu memenuhi kebutuhan kapasitas yang sudah meningkat tadi?
  3. Apa saja sih perbedaan spesifikasi mesin GL Max dibanding GL Pro Neo Tech? Selain kapasitas mesinnya.
OTO PLUS yang baik cepetan dijawab pertanyaanku ya, sebab motorku udah nunggu. Thanks berat ya.

MASKUR ARIFIN
Ds. Besek I/4, Besuki,
Tulungagung 66275



  1. Memasang blok dan kop silinder Honda GL Pro Neo Tech ke GL Max ya bisa-bisa saja. Malah bisa dibilang nggak butuh banyak penyesuaian.
    Itu karena posisi empat baut stud pemegang kop sami mawon alias persis. Begitu pula dengan jalur olinya. Bahkan sampai panjang rantai kamprat pun ndak beda. Jadi ya bisa dibilang tinggal plak.. plek.. Beres.

  2. Jika mau ngirit ya silakan hanya mengadopsi blok silinder dari Honda GL Pro Neo Tech. Soal kop silinder bisa saja tetap menggunakan bawaan GL Max. Itu jika sobat berencana motor tetap oke dipakai harian.
    OP yakin kop Max masih mampu melayani kapasitas mesin yang melonjak. Hanya saja sebagai saran sebaiknya piston jangan mengusung Pro Neo Tech. Kenapa?
    Karena bentuk seher Pro Neo Tech yang jenong bakal meningkatkan rasio kompresi terlalu banyak. Ini ada hubungannya dengan bentuk dan volume ruang bakar di kop Max yang sempit.
    Nah sebagai pilihan yang paling tepat pake saja seher dari Tiger yang bentuknya gak jenong alias enggak menonjol. Namun tetap harus diperhatikan bahwa bagian tepi dari ruang bakar di kop GL Max mesti 'dibuka'.
    Maksudnya begini. Piston kan sudah melar jadi 63,5 mm, nah tepi ruang bakar di kop harus dibentuk sesuai dengan muka piston itu. Singkatnya, harus diberikan bentuk squish selebar diameter piston Tiger.
    Tujuannya agar jalannya pembakaran tetap oke. Sebab kalau hal ini nggak dilakukan maka jangan kaget kalau kompresi bakal gampang bocor lewat pertemuan antara kop dan blok. Sering kali pula jadi gampang ngelitik.
    Dan demi mengejar buat harian, OP saranin paking blok silinder (bawah) pasang dobel. Dengan begitu rasio kompresi gak naik terlalu banyak beda dengan sebelumnya. Artinya bahan bakar bisa tetap gunakan premium. Kan asyik tuh, tenaga jelas nambah tapi masih bisa ngirit.
    Oh ya, jangan lupa untuk mengeset ulang spuyer-spuyer karburator serta tentunya setel ulang air screw alias setelan angin.

  3. Perbedaan di komponen mesin antara GL Max dan GL Pro Neo Tech selain kapasitas yang diwakili dengan membesarnya diameter seher, ya tak begitu banyak.
    Pertama isi kop silinder jelas berbeda. Durasi kemnya sedikit beda. Begitu pula dengan ukuran klep yang lebih besar pada Pro Neo Tech.
    Lantas soal as kruk tak hanya bentuk yang berbeda. Bobotnya pun lebih ringan pada GL Max. Lantas perbandingan gigi primer-sekundernya jelas lebih berat milik Pro Neo Tech.
    Terus magnet (rotor) dan sepul (stator) jelas-jelas berbeda. Ini banyak dipengaruhi karena sistem pengapiannya berbeda. Max pasang sistem AC sedangkan Pro Neo Tech usung sistem DC.

Sumber: OTOPLUS (Rubrik Kontek) 33/VII, 8-14 Feb 2010
Gambar lengkap dapat di lihat di Tabloid OTOPLUS
































COPYRIGHT 2004-2014 - TGP GROUP   |    PRIVACY NOTICE
     Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. *)