TGP :: High Performance Motorparts
                 Follow and Find us on
                 Twitter Facebook

0 items
Customer Service:
CS1 TGP

CS2 TGP
Pencarian Produk:            

Registrasi Baru Lupa Password
HomeAbout TGPProduct CatalogTips & TricksContact Us
Tips & Tricks

Cegah Mogok Saat Banjir

Dalam keadaan hujan dan sering banjir sekarang ini, banyak motor mogok mungkin busi kemasukan air atau knalpot kemasukan air dan lain-lain.

Apakah OP bisa berikan alternatif atau info alat atau perlengkapan apa yang bisa dipasangkan ke kendaraan kita untuk menghindari ini?

Ya mungkin motor matik sudah bisa mengatasi masalah busi, tapi tetap saja bisa mogok kalau knalpot kemasukan air.

VILYN VISCA
Jl. Serdang No.9A, Lubuk Pakam Pekan,
Lubuk Pakam, Deli Serdang 20512
Sumatera Utara



Sebelum menjawab tentang alat atau perlengkapan apa yang bisa dipasangkan ke motor agar tidak mudah mogok saat banjir, OP perlu menjelaskan terlebih dulu tentang pernyataan busi atau knalpot yang kemasukan air.

Busi tak mungkin kemasukkan air. Itu karena busi bukanlah benda yang memiliki lubang. Kalau yang dimaksud adalah ujung elektroda busi atau ujung busi yang berhubungan dengan kabel busi kebasahan air, itu baru bisa menjadi faktor penyebab mogok.

Pernyataan tentang knalpot yang kemasukan air lantas menyebabkan mogok pun mesti diluruskan. Sebab masih memungkinkan sebuah mesin hidup walau pun knalpot berisi air!

Buat lebih memahami hal-hal ini mesti dipahami dulu faktor-faktor penyebab mogok. Mogok adalah peristiwa matinya mesin yang sedang menyala.

Sebuah mesin dikatakan mogok jika gagal melangsungkan proses pembakaran. Khusus kegagalan pembakaran di mesin Otto (2 tak atau 4-tak) yang disebabkan oleh air ini bisa dibagi menjadi 2 faktor.

Pertama adalah masuknya air ke ruang bakar. Dan yang kedua adalah air menyebabkan korsleting atau hubungan singkat kelistrikan pengapian.

Sebenarnya di lingkungan tropis seperti negara kita, selalu ada air yang masuk ke ruang bakar dan ikut dalam proses pembakaran. Bingung? Bukankah udara yang dihisap mesin memiliki kelembaban. Itu berarti selalu ada fraksi air dalam udara yang terhisap kan?

Hanya saja fraksi air dalam udara itu jumlahnya relatif sedikit (seperseribu) dan berbentuk gas bukan cairan. Hal inilah yang menjadikan air tersebut belum bisa menggagalkan proses pembakaran.

Proses pembakaran dalam ruang bakar bisa gagal karena air jika jumlah air yang masuk membuat jumlah bahan bakar dan udara secara signifikan terkurangi.

Selain itu jika air yang masuk membuat elektroda busi terhubung singkat. Dan busi pun gagal memercikan bunga api.
Nah, masuknya cairan air ke ruang bakar kemungkinan terbesar melewati saluran masuk. Itu berarti jika kondisi mesin normal maka air masuk lewat saluran udara dan saluran bahan bakar.

Pada kondisi banjir atau hujan, air bisa masuk melalui badan karbu atau moncong karbu. Karena itu pastikan saluran udara dan boks filter tidak bisa disusupi air. Caranya dengan memastikan hubungan saluran udara dengan moncong karbu rapat.

Sedangkan karbu, pastikan tutup skep tertutup rapat dan saluran pernafasan karbu tidak mudah disusupi air. Pabrikan biasanya melengkapi karbu dengan slang yang terhubung ke saluran pernafasan. Slang ini biasanya ujungnya ditekuk dan diletakkan di atas karbu demi mencegah air menutupi atau masuk lewat saluran pernafasan.

Soal kemungkinan air masuk lewat knalpot adalah sangat kecil karena pada saat mesin hidup, di knalpot terjadi tekanan positif yang bisa mengusir air. Oh ya jika saat mogok ditemui air di dekat header atau katup buang, sebenarnya bukan menunjukkan air itulah yang menyebabkan mogok.

Namun sesaat setelah mesin mati, tekanan positif gas buang di knalpot pun hilang. Otomatis ini menyebabkan terjadinya tekanan vakum atau negatif yang kemudian menarik air bahkan hingga ke ruang bakar melalui katup buang.

Sedangkan tentang faktor kedua yakni air menyebabkan korsleting komponen pengapian. Komponen pengapian yang dimaksud adalah CDI, koil, kabel busi, dan cop busi. Agar tidak terjadi korsleting karena air maka tiap komponen ini harus dipastikan tidak mudah ditembus air.

Tentang CDI dan koil, pabrikan biasanya menempatkan komponen ini relatif terlindungi dari cipratan air. Selain itu ditempatkan di posisi relatif tinggi.

Tetapi tetap saja perlu dipastikan bahwa soket penghubung kabel komponen pengapian juga terlindungi dari air. Sedangkan kondisi kabel busi harus diperiksa agar tidak terjadi kebocoran tegangan. Setidaknya hubungan kabel busi dan cop busi harus rapat. Begitu pula hubungan cop busi dengan badan busi bagian keramiknya.

Dari uraian di atas, sebenarnya pabrikan sudah merancang motor untuk tidak mudah mogok karena hujan atau pun banjir. Tentu saja tinggi air banjir mesti diperhitungkan juga setidaknya ujung knalpot jangan sampai seluruhnya terendam. Jika terendam ya jangan dilewati.

Karena itu sebenarnya tidak ada alat tambahan yang diperlukan untuk membuat motor menjadi tahan mogok saat melewati banjir. Hanya pastikan komponen-komponen yang disebut di atas berfungsi dan terlindungi secara normal.

Nah salah satu cara untuk memastikannya bisa dengan memberikan lem silikon atau lem gasket untuk merapatkan hubungan kabel-kabel komponen pengapian. Penggunaan cop busi yang lebih kedap air seperti standar milik matik juga bisa jadi alternatif pencegahan.


Sumber: OTOPLUS (Rubrik Kontek) 38/VII, 15-21 Maret 2010
Gambar lengkap dapat di lihat di Tabloid OTOPLUS
































COPYRIGHT 2004-2014 - TGP GROUP   |    PRIVACY NOTICE
     Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. *)