TGP :: High Performance Motorparts
                 Follow and Find us on
                 Twitter Facebook

0 items
Customer Service:
CS1 TGP

CS2 TGP
Pencarian Produk:            

Registrasi Baru Lupa Password
HomeAbout TGPProduct CatalogTips & TricksContact Us
Tips & Tricks

Keakuratan Spidometer Variasi

Hai OP yang makin mantap aja...
Langsung saja, ada beberapa pertanyaan yang pengin aku ajukan tentang motor Yamaha Jupiter MX... Oh ya, motorku tahun 2007.

Data spesifikasi : ban depan/belakang : 200/2,15. Knalpot : Termignoni. Final gear : 36/15. Karburator : Standar MX.

  1. Benar gak sih keakuratan spidometer variasi, karena motorku bisa capai 140 km/jam. berat badanku kurang lebih 45 kg.
  2. Motorku punya problem di putaran atas. Waktu rpm diturunkan mendadak, gas seperti tersendat. Itu apanya?
  3. Apa yang harus diganti, supaya motor bisa enak di putaran atas. Itu aja trims...

NAFIUL MUALIMIN
Per email ke kontek_otoplus@yahoo.com


(1)
Akuratkah spidometer variasi? Ya dan tidak. Tetapi jika ini ngomongin spidometer yang Sobat pasang di MX, OP bisa pastikan tidak akurat!

Kenapa OP bisa bilang spidometer yang Sobat gunakan tidak akurat? Itu karena Sobat mengaku kecepatan motor bisa terbaca 140 km/jam. Meski badan Sobat tergolong enteng layaknya joki dragbike, hanya 45 kg. Tetapi tidak mungkin MX dengan CDI standar bisa mencapai kecepatan setinggi itu. Terlebih mesin juga karburator masih standar, hanya knalpot ganti.

Nah, kunci kecepatan ada di putaran mesin yang bisa digapai selain perbandingan final gear. Limiter rpm pada CDI standar MX terjadi pada 9.500 rpm. Dengan kondisi final gear standar 15/39, top speed pada 9.500 rpm ini menurut data hasil dynotest adalah tercatat di 120 km/jam!

Ingat itu top speed yang hanya mungkin dicapai jika rpm mesin dengan pembebanan yang diberikan mampu menjerit hingga ke 9.500 rpm.

Bagaimana dengan final gear MX Sobat yang sudah diperberat menjadi 36/15? Jadikan saja faktor pengkali terhadap final gear standar. Hasilnya adalah 120 km/jam x (39/15 x 15/36) = 130 km/jam.

Sekali lagi mesti diingat, itu jika dan hanya jika putaran mesin bisa mencapai 9.500 rpm. Dan sepertinya kecepatan 130 km/jam pun susah untuk dicapai sebab grafik tenaga MX mulai 9.000 rpm sudah memburuk. Artinya ya yang mungkin dicapai oleh putaran mesin MX ya hanya sampai 9.000 rpm.

Kecuali mungkin saja Sobat melajukan motor pada sebuah turunan cukup curam. Baru deh kecepatan mendekati 130 km/jam itu mungkin saja dicapai.

Lalu bagaimana dengan fakta bahwa dengan kondisi mesin dan karbu (termasuk TPS) yang fit, MX standar bisa melaju 120 km/jam? Itu sekali lagi menurut spidometer standar. Berarti apakah rpm mesin bisa mencapai 9.500 rpm?

Jawabannya tetap tidak! Mengapa bisa begitu, karena spidometer bawaan MX pun tak akurat. Ketidak akuratan spidometer bawaan motor mencapai 10% bahkan lebih. Itu artinya jika spidometer MX keakuratannya mencapai 90% maka kecepatan sebenarnya adalah 90% x 120 km/jam = 108 km/jam.

Pabrikan dengan sengaja membuat pembacaan spidometer tidak akurat dengan alasan safety. Ketika kecepatan yang terbaca di spidometer sudah tinggi, maka diharapkan pengendara bakal semakin waspada. Sebab memang semakin tinggi kecepatan, semakin rawan pula terhadap kecelakaan.

Tetapi selain itu, ada juga alasan jelek. Yakni dengan spidometer yang tidak akurat, performa mesin atau kendaraan tersebut sudah sangat oke dibanding kompetitor, misalnya.

Untuk sementara, dari pengujian yang sudah OP lakukan, keakuratan tinggi spidometer standar pabrikan dipegang oleh motor India, Bajaj Pulsar. Gak percaya? Silakan jalan berbarengan dengan seorang teman penunggang Bajaj Pulsar standar dan perhatikan kecepatan yang terlihat di spidometer. Bandingkan! Bisa dipastikan pembacaan di spidometer motor Sobat jauh lebih tinggi pada pembacaan di spido Pulsar meski faktanya laju motor dijaga berbarengan.

(2) dan (3)
Problem di putaran atas yang sobat keluhkan itu kemungkinan besar adalah masalah spuyer karburator, settingan celah klep, atau busi. Periksa satu persatu. Untuk spuyer bisa dicoba dengan mengganti ukuran. Tidak lupa untuk mengganti ukuran final gear ke standar atau kalau pun mau dibikin lebih berat, cukup 1 maksimal 2 mata atau 38 atau 37 mata buat gir belakang.

Jika kebutuhannya adalah untuk speedfreak alias pemburu kecepatan, maka pergantian CDI dengan produk aftermarket macam dari BRT atau Rextor bisa memuaskan dahaga sobat. Tetapi butuh setting yang tepat agar kecepatan bisa maksimal.

Selain itu per klep silakan coba milik V-ixion. Pengin lebih mak nyuss… maka kem standar V-ixion juga bisa jadi rujukan. Sebab durasi dan lift kedua kem ini sedikit berbeda. Dengan bentuk profil yang lebih gemuk, kem V-ixion juga enak dijadikan modal untuk ditata. Hasilnya jelas lebih optimal dan suara berisik buka-tutup klep bisa ditekan.

Sumber: OTO PLUS (Rubrik KONTEK) 10/VII, MINGGU KELIMA, 30 - 2 September 2009
Gambar lengkap dapat di lihat di Tabloid OTOPLUS
































COPYRIGHT © 2004-2014 - TGP GROUP   |    PRIVACY NOTICE
     Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. *)